Mengapa?

Begitu hinakah aku dihadapan-Mu???

Begitu rendahkah aku dalam status pandang-Mu???

Begitu tak berharganya kah aku dalam penglihatan-Mu???

Begitu tak pantaskah aku untuk ada di dekat-Mu???

Begitu bencinya kah Kau padaku???

Begitu tak berdayanya kah aku???

Begitu tak sudi nya kah Kau menengokku???

Begitu tak pedulikah Kau denganku???

Begitu besar kah kesalahan yang ku perbuat???

Begitu tak ada artinya kah aku dihadap-Mu???

mengapa??? mengapa??? dan mengapa???

 

tak pantaskah lagi aku ada di hadap-Mu??, apa sungguh begitu hina kah aku di hadapan-Mu

mengapa Kau tak berkenan mengusap ku dengan lembut?

mengapa Kau menjauh dariku?

mengapa Kau biarkan aku menangis sendiri?

mengapa Kau biarkan aku terpuruk sendiri?

mengapa Kau biarkan aku sakit seperti ini?

mengapa?? mengapa?? dan mengapa??

 

apa aku sudah benar-benar kotor dihadap-Mu ya Rabb,,,?

hingga Kau tak berkenan mengusap tangisku

Ya Rabb, hanya kau tempatku bergantung

jika Kau sudah tak berkenan mendekat padaku, lalu kemana lagi tempatku bersandar?

tak ada yang mampu memberiku sandaran selain-Mu

tak ada yang mampu mengusap tangisku ini

tak ada yang mampu Wahai Engkau Yang Maha Pengasih

 

perhatian hanya manusia hanya semu, sementara

dan mereka tak pernah peduli denganku

tak ada yang bisa mempedulikan aku selain Engkau

manusia egois, hanya sibuk dengan pribadi mereka sendiri

mereka tak bisa menjadi tempat untukku berlabuh

tak ada yang bisa, dan tak akan pernah ada yang bisa

 

begitu kelamkah hidupku Sang Maha Kekal?

hingga Hidayah itu belum ku dapati

 

tak ada yang mampu menunjuki ku terangnya Surga, kecuali tuntunan-Mu Yang Maha Mengetahui

Ampuni aku, ,

beriku jalan pulang,

aku sudah merasa tersesat cukup jauh…

 

astaghfirullah haladzim…

astaghfirullah haladzim…

 

terima sujudku Wahai Engkau Sang Pengatur Hidup

terima permohonan ampunku

 

tak tahu apa jadinya aku, tanpa belas kasih-Mu

aku tak  ingin banyak berharap pada hamba-mu yang lain

karena mereka juga sama, lemah sepertiku

dan mereka juga tak akan mampu menghapus luka yang selalu menderaku

 

Hanya Engkau yang mampu

Hanya Engkau….

 

Berharap secercah Cahaya itu segera singgah di hidupku….

Leave a comment »

ITB, Aku datang menghampirimu

ITB, siapa yang tak kenal dengan kampus itu?

kampus yang dipercaya banyak mencetak orang-orang hebat di negeri ini,

ya…walaupun ku bukan mahasiswa ITB, namun setidaknya ku akan menginjakkan kakiku kesana

tentu bukan untuk bermain-main atau hanay sekedar suapaya dibilang “wahh, kamu sudah pernah ke ITB ya”, bukan itu yang ingin ku peroleh, bukan itu..

aku kesana dengan membawa mandat besar, dengan mimpi besar, dengan cita panjang, dan berharap bisa mendapat ilmu banyak, yang nantinya ku terapkan di kampusku dan ku tularkan ke adik-adikku

IMSS, ya itulah acara besar nan megah yang mengundangku agar aku melangkahkan kaki ke ITB,

acara yang tidak hanya dihadiri oleh ratusan mahasiswa indonesia, namun dari luar negeri pun tak kalah juga,

satu amanat besar dipundakku, belajar dari “Gamais ITB”, LDK yang Subhanallah menjadi percontohan di seluruk LDK di indonesia, bahkan untuk LDK kampusku juga

aku yang dulu pernah rapuh, aku yang dulu sempat membelot dengan jama’ah ini, aku dulu yang nakal, dan aku dulu yang tak peduli dengan bangsaku, dan aku yang dulu telah ku kubur dalam-dalam, mencoba untuk tidak kembali pada aku yang dulu. karena aku yang dulu, amat sangat menjadi beban bagi jama’ah ini, dan mengapa dakwah ini tidak segera memenuhi kemenangan? ya karena aku, karena aku yang tak patuh jama’ah, karena aku tak berjalan sesuai syari’atnya, dan sekali lagi itu dulu…

 

kini, aku mencoba untuk bangkit, bangkit dari luka, bangkit dari rasa kecewa, dan bangkit untuk tegak berdiri menyongsong JIhad

Allah, sungguh baik. jika tidak mungkin sekarang ku sudah pergi dari jama’ah ini, untung Allah masih mau memberiku hidayah, untung Allah masih berkenan memberiku petunjuk,

Subhanallah, Allah tak pernah berhenti memberi ampunan padaku

dan sekarang, aku harus berkorban, dan sekarang aku harus berkontribusi pada-NYA, dan sekarang aku harus menolong agama-Nya…

di ITB, langkah awal kebangkitan itu akan ku mulai

disana, aku akan banyak mendapat ilmu, yang insyaALLAH akan ku ajarkan di jalan-Mu Ya Rabb…

Bismillah, semoga Allah meridloi apa yang kita cita kan,,,,

sebaik-baik rencanaku, tentu lebih indah rencana-mu untuk diriku…

 

Leave a comment »

Titik perjalanan awalku di “Bumi AREMA”

tak kusangka, dan mungkin tak pernah terbayangkan olehku, akan ku singgahi kota ini

kota yang tak begitu asing deanganku, karena dulu ku sempat singgah di kota ini selama 1 bulan

kota yang terkenal sebagai kota pendidikan, kota dingin, bahkan kota yang amat sangat banyak menawarkan tempat wisata

ehm…kota dingin? sepertinya kota sudah tidak layak di sebut kota dingin, karena dingin yang sekarang ku rasakan tak sedingin ketika awal ku menginjak kaki di bumi AREMA ini. 

ya…tepat Malang sang BUMI AREMA

*aku adalah seorang mahasiswi semester 5 jurusan administrasi pendidikan

coba tebak aku kuliah dimana??

yupss..anda betul saya adalah salah satu mahasiswi di salah satu pergurun tinggi di BUMI AREMA, tepatnya di Universitas negeri Malang, yang dulu bernama IKIP Malang

anda pasti bertanya apa alasan saya memilih universitas ini sebagai tempat saya menggapai mimpi??

saya sebenarnya juga tidak tahu jawabannya, mengapa saya memilih kota AREMA ini

dibilang salah pilih universitas mungkin, dibilang takdir Tuhan juga bisa, dibilang kecewa keterima disini nggak juga, dibilang senang keterima disini, sepertinya “IYA”

*saya masuk UM atau nama lain universitas negeri Malang, melalui jalur SBBM yaitu seleksi beasiswa bidik misi

saya dulu memilih 2 PTN untuk mengajukan beasiswa tersebut. satu di UNESA dan satu lainnya di UM ini. awalnya dulu saya tidak ingin mengikuti SBBM ini, karena saya masih ragu apakah ini benar2 beasiswa atau tidak? karena saya takut jika nantinya saya harus membebani orang tua saya dengan menyekolahkan saya dengan biaya yang tentunya tidak murah untuk sekualitas perguruan tinggi, ditambah lagi dengan masuknya adik saya di SMK. namun, teman2 ku terus memotivasi aku agar akau mengikuti seleksi tersebut. dan ternyata ada pengumuman dari sekolah secara resmi bahwa SBBM itu benar2 beasiswa untuk masuk perguruan tinggi yang mana biaya kuliah kita 100% ditangung pemerintah.

lega, ya sedikit lega mendengar beritanya secara langsung dari guruku. dan akhirnya aku bertekad untuk mengikuti seleksi SBBM tersebut.

semua persyaratan telah ku penuhi, dan aku juga sudah mengantongi izin dari kedua orangtua.

izin untuk mau mengambil jurusan apa nantinya juga selalu ku konsultasikan dengan beliau. namun orangtua mempercayakan 100% padaku tentang jurusan apa yang ingin aku ambil

karena aku dulu siswa SMK akuntansi, maka aku putuskan pada pilihan pertama di masing2 PTN ku tulis akuntansi, namun untuk pilihan keduany beda. untuk di UNESA pilihan keduanya aku tulis psikologi. kenapa aku milih psikologi? karena aku tertarik dengan dunia psikologi, sehingga aku emutuskan dan berharap bisa mempelajarinya lebih dalam

lain lagi pemilihan jurusan ku di UM, yang bisa dibilang mbulet..hehhe

awalnya aku ingin memilih akuntansi dan pendidikan akuntansi, namun entah mengapa disaat pendaftaran online jurusan pendidikan akuntansi tidak kutemukan, sampai bingung aku mencarai jurusan itu. kesulitan mencari pendidikan akuntansi tidak hanya ku alami sendiri, namun teman seperjuanganku ainur yang sama2 memilih di Um juga mengalami kesulitan mencarai jurusan pendidikan akuntansi. kemudian dia memutuskan memilih administrasi pendidikan, dan dia juga menganjurkan aku untuk memilih jurusan itu. awalnya aku sempat sangsi dan ragu terhadap jurusan yang dipilihkannya, karena jujur aku tidak tahu jurusan apa itu administrasi pendidikan?, namun otakku mencoba untuk melogika sendiri, ya ku anggap administrasi itu sebagai keuangan, karena sering kita melihat bahwa administrasi selalu berhubungan dengan keuangan. dan akhirnya aku menerima saran dari temanku.

KLIK OK, sudah terkirim dataku…

huft…tinggal menunggu pengumuman..

*terbangunkan aku disaat adzan subuh berkumandang, dan tak lama kemudian hp ku pun berbunyi, ya telepon dari Bapakku tersayang. di pagi buta itu hanya 1 yang beliau ingin tahu dariku. “piye hasil pengumumane?” (bagaimana hasil pengumumannya), dengan lugas ku menjawab, “tasek dereng pak, kulo ningaline mangke jam 9, (masih belum pak, saya melihatnya nanti jam 9).

dan kejutan ku dengarkan dipagi itu, “Bapak yakin nak, lek sampean keterimo”, (bapak yakin kalau kamu diterima), dan karena shock, aku hanya berkata “Aamiin”,

*Hp ku sejak pagi penuh dengan bunyi sms, yang tak diragukan lagi pasti menanyakan hasil pengumuman SBBM,

temanku yang sudah rajin melihat pengumumannya duluan, meng-sms aku.

Sita, kamu keterima lho di UM, begitu bunyi smsnya,

dengan shock dan sedikit ternganga, aku pun membalasnya “iya tah?? ku belum lihat, kamu kata siapa? trus yang keterima siapa saja?”

dengan cepat balasan sms pun ku terima, “aku lihat sendiri, yang keterima di UM cuma kamu”

subhanallah, bagaimana nggak shock coba dengan kalimat itu..

akhirnya ku bergegas untuk pamit ke warnet melihat pengumumannya, padahal makan ku masih belum ku habiskan, dan aku pun sudah tak selera makan setelah mendengar kabar tersebut..

yuhuuu…langsung ku ayuh sepeda onthel ku dengan rasa deg-degan…

*huft…masuk warnet, serasa masuk sidang eksekusi, tangan dingin, dan hati dag dig dug nggak karuan. akhirnya ku bisa masuk alamat webnya dengan lancar tanpa ada gangguan lemot,,

aku sudah dikasih tahu kalau keterima di UM, namun pengumuman yang ku buka terlebih dahulu adalah yang dari UNESA, sambil berharap2 cemas ku juga masuk disana,

satu persatu nama ku amati, dan tidak kudapati namaku ada disitu…

hiks, hiks, kucoba ulangi berkali-kali, berharap mungkin namaku terlewati, dna Allah berkehendak lain aku masih belum bisa berkesempatan melanjutkan disana

dan khirnya web UM baru ku buka, rasa deg-deg an itu tetap masih ada,

dan apa yang terjadi, pertama kali ku buka, nama yang paling atas adalah namaku “Dyah Rosita Sari”, (karena memang nomor pendaftaranku lebih awal daripada ke-8 temanku yang lain yang diterima).

shock, tak percaya, senang, atau kecewa yang kurasakan??

ehm..aku rasa semuanya itu ku rasakan.

kecewa, iya, karena keinginanku untuk berkumpul dengan orangtuaku harus pupus. mengapa? karena semenjak SMP aku tinggal di Jombang dengan nenekku. ya, kami hanya tinggal berdua. dan sebenarnya keputusan untuk meninggalkan nenekku dan melanjutkan studi ke surabaya itu juga keputusan yang berat, karena aku tak tega meninggalkan beliau sendiri, namun disisi lain aku ingin dengan orangtuaku. dan akhirnya Keputusan Allah-lah yang terbaik, aku tidak melanjutkan sekolah di surabaya dan juga tidak berdomisili di jombang.

mungkin ini, keputusan yang terbaik dari semuanya, agar tidak ada yang merasa terdzolimi dengan keputusanku, dan rencana Allah lebih indah dari rencana yang telah ku tulis…

senang, karena alhamdulillah akau bisa melanjutkan studi dengan beasiswa dan aku tidak membebani orangtuaku dengan biaya kuliah yang tentunya membengkak…

bingung, iya, itu pun juga ku rasakan, karena aku keterima di jurusan”Adminstrasi pendidikan”, yang notabene nya aku tidak mengetahui seluk-beluk jurusan itu..

namun, apapun yang ku rasakan, tetap ku syukuri nikmat-Mu Ya RABB,

apapun itu jurusannya, semoga membawa berkah dan lagi-lagi “aku tidak mengetahui, sedangkan Engkau Maha Mengetahui”…

Barakallah, semoga ilmu di jurusan ini, mampu ku terapkan dan ku mampu berkontribusi untuk-MU dan agama-MU…

Leave a comment »

DIA yang ku pilih bukan dia

Rasa itu berawal dari kedatangannya pada hati yang kosong ini. Dia memberi harapan dan kasih yang tak pernah ku dapatkan sebelumnya. Dia mampu mengoyak hati ini. Dia mampu meyakinkanku. Dia mengajariku banyak hal, dia mengajariku kemandirian. Ku mampu meyakinkan diriku bahwa aku bisa, yang sebelumnya ku tak mampu berkata demikian. Dia yang membuat semangat hidupku ada. Ahnya. Mengapa Dia yang membuat aku yakin akan diriku sendiri.
Tak lama berselang, tiba-tiba ku kehilangan sosoknya. Dia menghilang entah kemana, tak da kabar sedikitpun darinya. Ku cemas seolah kehilangan berlian yang berharga. Ku terjatuh..
Menangis di tengah kelelapan malam, mengharap dia kembali lagi.
Tak ada jawaban dari pintaku, ku putuskan untuk mengakhiri ini.
Saat ku mulai hidup tanpa kehadirannya, betapa kagetnya aku “ saat ku mendengar suaranya”. Tak mampu berucap. Saat ku tahu dia akan kembali lagi padaku. Sungguh ku tak menyangkanya. Dan alhasil, ku menggagalkan keputusan ku untuk mengakhiri ini. Dia semakin dekat denganku, dia semain jauh membuat ku “bahwa aku butuh dia”. Entah pakai jurus apa dia, hingga mampu membuatku seperti ini. Disaat bunga itu mulai merekah dalam hidupku, tiba-tiba kejadian yang sama terulang kembali. Ku kehilangan dia lagi, ku merintih lagi di tengah kebahagiaan orang di sekelilingku. Mengapa hanya sekejap ku merasa indahnya. Mengapa tak sampai nanti ku bersamanya. Mengapa ku harus berpisah. Mengapa? Dan mengapa???
Keterpurukanku tak cukup berhenti sampai disini, lagi-lagi karena dia. Ku melihat dengan mata kepalaku, ada janur kuning berkibar di depan rumahnya. Percaya tak percaya ini telah terjadi. Ku mencoba mencari alibi dari kenyataan ini. Ku mencoba tersenyum walau ini sulit ku terima.
Dia menghilang dengan begitu cepat, dan begitu cepat pula kutemukan dia telah bersanding dengan yang lain??. Kecewa, sedih, dan semuanya berkecamuk dalam dada. Sesak rasanya menahan bendungan kesedihan ini.
Bunga yang baru merekah tiba-tiba layu dalam sekejap.
Tak ingatkah dia denganku??? Tak berartikah kebersamaan yang walau hanya sekejap itu???
Tak berartikah diriku baginya??
Hancur… hanya itu yanng mampu ku katakan.
Mengapa kekecewaan ini hinggap disaat aku membutuhkanmu lebih??
Mengapa tak ada kata perpisahan darimu??
Kau meninggalkanku begitu saja. Banyak kata tanya yang kau tinggalkan untkku. Dan kapan kau akan menjawabnya??
Aku benar-benar berada pada keadaan paling bawah.
Ku tak mampu berdiri dengan kenyataan ini??
Sungguh..ku tak sanggup.
Entah telah berapa ribu butir airmata jatuh membasahi bunga yang layu ini. Mungkin bunga itu sudah tidak layu lagi, bahkan dia sudah kering dan mati.
Tak dapatkah ku lihat lagi senyuman itu??
Tak dapatkah ku dengar lagi kata sayang itu??
Mengapa kau campakan hati yang tulus ini??
Mengapa kau buang aku begitu saja??

Ku coba bertahan dan menata pondasi yang telah roboh ini. Ku coba perlahan menghapus bayangan dan sketsamu dalam benakku. Saat dunia penuh tawa, saat dunia sesak penuh riang, ku hanya mampu tersenyum simpul melihat itu semua. Dan hanya keheningan yang kini ingin ku gapai.
Ku benci dengan keramaian ini. Mereka tak tahu apa yang tengah aku rasa. Mereka tak berempati kepadaku. Mereka tak paham akan sesak di dada ini.
Ku mencoba menepi di tengah keramian. Ku ingin pergi jauh dari keramian yang amat menyiksa. kU ingin kedamaian, ku ingin kesunyian dan ku ingin kesendirian. Aku rapuh, aku bingung mau kemana. Tak ada yang ku jadikan pegangan. Sosok yang dulu ku banggakan, telah pergi. Pergi jauhhhh sekali. Entah kemana. Aku pun tak sanggup lagi menemuinya. Aku masih ingat kapan terakhir ku bertemu dengannya. Sepertinnya itu sudah lama sekali.. ku tak mampu menghapusnya, ku tak mampu membuang kenangan itu begitu saja. Dia tak tahu apa yang ku rasa. Kesulitan menghapus jejaknya, masih erat ku rasa. Sampai kapan rasa ini membelengguku??? Membuat ku bimbang, membuatku berharap yang tak ada..
Dia tlah berdua dengan pilihan-NYA, lalu apa yang masih aku harapkan?? Aku sudah tidak ada harapan lagi untuk bersamanya?? Mengapa manis itu harus berakhir kepahitan. Kepahitan yang tak pernah ku inginkan. Apa aku salah mempertahankannya. Walau aku tahu, itu tak mungkin. Tapi… kenapa hati ini sulit untuk merelakannya??
Andaikan umur kita sama. Pasti ini tak aakan terjadi. Apakah umur yang memisahkannya?? Jarak yang terpaut cukup lama, membuatnya harus pergi dahulu. Pergi melepas kesendiriannya.
Aku pergi meninggalkan kota kita bertemu. Namun,, apa yang ku rasa tak bisa hilang begitu saja. Ya..sempat u bisa melupaannya, namun.. ketika kesedihan menghampiri, hanya dia yang kku inginkan, hanya dia yang ku harap mampumenghapus kesedihan itu.
1 tahun ku pergi dari kota itu, tak banyak yang berubah dari dirikku. Aku mencoba membuangnya, mencoba melupakannya dan menggantinya dengan yang pasti mencintaiku. Dia selalau ada untukku, dia selalu menjagaku, dia selalu mengawasiku. Tapi aku tak menyadarinya..
Ku mulai berubah dengan mendekat kapada-Nya, dan mulai menjauh darinya. Ya..tak mudah ku lakukan ini. Terkadang rasa rindu itu masih sering menghiasi hati.
Tapi, aku tak inngin banyak menabur benih dosa. Dan aku pun tak ingin memadu cinta yang tulus dari-NYA. Ku mulai mendekati-NYA, ku mulai mencintai-NYA. Ku tak ingin menduakan-NYA. Aku hanya ingin cinta yang halal yang datang dari-NYA bukan dari dia.
Jalanku selama ini salah. Ku ingin menuntun diriku pergi kedalam-NYA. Ku ingin membuang yanng lalu, menghapus yang lalu, dan membuka hatiku hanya untuk-NYA.
Dia selalu memberi apa yang ku inginkan. Dia kekal dan tak kan tergantikan oleh siapapun.
Kini ku menyadarinya DIA lah yang pantas ku cintai bukan dia.
Dia tak mampu memberi apa yang ku in nginkan, dia pun juga tak mampu menuntunku dari kesesatan ini.
Kata cinta buatnya telah kuganti dengan cinta untuk-NYA. Ku menggadaikan semua cintaku pada-NYA. Ku berikan segenap pengorbanan sisa hidupu hanya kepada-NYA. Dia tak mengharap cinta dariku, namun aku yang berharap DIA mencintaiku.
Sebelum jauh ku melangkah, ingin segera ku akhiri pencarian cinta ini. Dan telah ku putuskan hanya pada-NYA lah cintaku kan berpaut.

Leave a comment »

Inginku Kehalalan itu

Untuk calon suamiku, maafkan aku yang sebelum ku berjumpa denganmu ku sempat menaruh hati pada kaum adam yang lain. Ku sempat mencintanya dan ku sempat bertekuk lutut dihadapnya. Maafkan aku yang tak sepenuhnya menjaga hati ini untukmu. Maafkan jika hatiku telah ternoda oleh nafsu sesaat. Kini ku hanya berharap agar segera dipertemukan denganmu oleh-NYA. Agar biar tak ada lagi kesempatan bagiku untuk menuai cinta yang haram ini. Jujur aku menginginkan cinta yang halal, yang dari cinta itu ku memperoleh barokahnya. Mungkin hanya denganmu kelak, ku akan meraih barokah itu. Ku menunggumu disini dengan mengkosongkan hati ini dari cinta dunia yang hanya nafsu dan buaian belaka. Aku tak tahu apakah dulu kau juga pernah mencinta seperti ku, ku tak akan mempermasalahkan masa lalumu. Karena yang akan ku raih denganmu kelak bukanlah masa lalu, namun masa depan kita. Ku berusaha Menahan pandanganku dari pandangan yang haram, walau terkadang setan sering menggodaku. Ku tak ingin lagi membagi hati ini pada adam yang lain. Ku hanya ingin hati ini kelak hanya ku persembahkan kepadamu suamiku. Kaulah cinta suci yang dari ALLAH. Dan hanya ALLAH yang akan mempersatukan kita bukan yang lain. .

Ya ALLAH jaga pandanganku dari nafsu syahwat ini, aku tak ingin lagi menuai benih keharaman dalam diriku. Sudah cukup yang lalu saja, kini ku hanya ingin mempersembahkan diriku seutuhnya hanya untuk adam yang telah kau takdirkan untukku.

Leave a comment »

Tak kan pernah hilang

Rasa yang dahulu masih enggan berpindah, dia tetep mengisi di hari-hariku. Walau tak mungkin lagi ku memilikinya, tapi entah mengapa ku masih mengharapkannya. Aku sadar 100% terhadap apa yag sedang ku alami, sungguh ku akui aku masih setia disini untukmu. Mungkin aku sudah pernah merasa dengan yang lain, namun entah mengapa ketika ku sedih hanya namamu yang ku ingat, hanya dirimu yang ku inginkan, dan hanya bayangmu yang mampu ku rasa. Entah sampai kapan aku kan bertahan terhadap kondisi yang seperti ini??

Kau yang pertama untukku, namun kau bukan terakhir untukku. Kau memberiku sesuatu hal yang sebelumnya belum pernah ku mendapatkannya, walau hanya sekejap namun begitu indah kenangan yang melekat, walau singkat ucapmu namun begitu berharga waktu yang telah lewat itu, walau hanya semu pertemuan itu namun ku begitu menikmatinya. Aku yang dahulu begitu terbuai olehmu, kau mampu meyakinkan aku dengan segala ucapmu. Sungguh dulu ku ingin bersamamu selamanya. Bahkan kau telah memberiku janji, janji untuk kita berdua. Namun, sekali lagi itu hanya janji kenangan yang tak akan pernah kau buktikan padaku. Karena janji yang kau ucapkan padaku, telah kau ikrarkan dengan yang lain.

Sakit,,?? Mungkin iya,, aku merasa sakit dan kecewa. Namun apa daya ku… inilah takdir TUHAN kasih. Tak ada satu pun yang mampu mengusiknya.

Walau telah berjalan tahun-tahun ini, namun ku akui di lubuk hatiku yang terdalam, CINTA yang dulu pernah ada di diriku masih tersimpan untukmu hingga detik ini ku menuliskannya. Belum pudar masih sama seperti yang dulu.

Ehm..tak seharusnya aku seperti ini, tak seharusnya aku tergila-gila padamu, dan tak seharusnya pula ku mempertahankan rasa yang tak pasti ujungnya. Hanya lewat tulisan ini diiringi gemericik hujan, dan dinginnya sang bayu kan menghantarkan ku untuk merasakan dekatnya dirimu. Hanya lewat hati ini ku mampu menyapamu. Menyapamu dalam kesemuan yang tiada akhir.

 

Dibawah guyur hujan, 310112, (qibita@me, 300486)

Leave a comment »

Model-model pembelajaran

Sistem pembelajaran sosial sangat terkait dengan sistem lingkungan belajar peserta didik. karena sistem sosial berfokus pada interaksi dengan orang lain, atau pengalaman interpersonal. Hubungan fasilitator (guru) – pembelajar (peserta didik)merupakan hal yang sangat penting untuk terwujudnya kondisi belajar yang mengoptimalkan potensi peserta didik. Sebagai seorang guru atau fasilitator, tanggung jawab utama kita adalah memberi iklim psikoligis dan fisik yang positif sehingga dapat mengorkestrasikan pembelajaran yang merupakan bagian utama dari pengembangan iklim emosional, intelektual dan sosial.
Dalam keadaan demikian guru berkolaborasi dengan siswa sebagai mitra setara dalam petualangan memecahkan masalah, alih-alih sebagai gudang informasi yang menyimpan dan membagikan jawaban atas semua masalah. Dengan keadaan seperti ini, maka sistem sosial otak akan belajar berkontrribusi terhadap pengambilan keputusan nyata oleh orang-orang lintas usia(guru-murid), ras, budaya, etnis, kemampuan intelektual, dan kecakapan akademis. Sekaligus mereka (peserta didik) belajar memandang perbedaan sebagai suatu kelebihan diantara mereka. Di sinilah akan terlihat suatu nilai bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan toleransi dan pemahaman akan perbedaan.
Dalam model pembelajaran sosial terdapat beberapa model pembelajaran di antaranya:

A. MODEL PEMBELAJARAN YANG BERWAWASAN MASYARAKAT

1. Model Pembelajaran Partisipatif
a. Konsep Pembelajaran Partisipatif
Pembelajaran partisipatif pada intinya dapat diartikan sebagai upaya pendidik untuk mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yaitu dalam tahap perencanaan program, pelaksanaan program dan penilaian program.
Partisipasi pada tahap perencanaan adalah keterlibatan peserta didik dalam kegiatan mengidentifikasi kebutuhan belajar, permasalahan, sumber-sumber atau potensi yang tersedia dan kemungkinan hambatan dalam pembelajaran.
Partisipasi dalam tahap pelaksanaan program kegiatan pembelajaran adalah keterlibatan peserta didik dalam menciptakan iklim yang kondusif untuk belajar. Dimana salah satu iklim yang kondusif untuk kegiatan belajar adalah pembinaan hubungan antara peserta didik, dan antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan kemanusiaan yang terbuka, akrab, terarah, saling menghargai, saling membantu dan saling belajar.
Partisipasi dalam tahap penilaian program pembelajaran adalah keterlibatan peserta didik dalam penilaian pelaksanaan pembelajaran maupun untuk penilaian program pembelajaran. Penilaian pelaksanaan pembelajaran mencakup penilaian terhadap proses, hasil dan dampak pembelajaran.

b. Ciri-ciri Pembelajaran Partisipatif
Berdasarkan pada pengertian pembelajaran partisipatif yaitu upaya untuk mengikutsertakan peserta didik dalam pembelajaran, maka ciri-ciri dalam kegiatan pembelajaran partisipatif adalah :
1) Pendidik menempatkan diri pada kedudukan tidak serba mengetahui terhadap semua bahan ajar.
2) Pendidik memainkan peran untuk membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
3) Pendidik melakukan motivasi terhadap peserta didik untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.
4) Pendidik menempatkan dirinya sebagai peserta didik.
5) Pendidik bersama peserta didik saling belajar.
6) Pendidik membantu peserta didik untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif.
7) Pendidik mengembangkan kegiatan pembelajaran kelompok.
8) Pendidik mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat berprestasi.
9) Pendidik mendorong peserta didik untuk berupaya memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya.

c. Peran Pendidikan Dalam Pembelajaran
Peran pendidik dalam pembelajaran partisipatif lebih banyak berperan sebagai pembimbing dan pendorong bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran sehingga mempengaruhi terhadap intensitas peranan pendidik dalam pembelajaran.
Pada awal pembelajaran intensitas peran pendidik sangat tinggi yaitu untuk menyajikan berbagai informasi bahan belajar, memberikan motivasi serta memberikan bimbingan kepada peserta dalam melakukan pembelajaran, tetapi makin lama makin menurun intensitas perannya digantikan oleh peran yang sangat tinggi dari peserta didik untuk berpartisipasi dalam pembelajaran secara maksimal.
Langkah-langkah yang harus ditempuh pendidik dalam membantu peserta didik untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran :
1) Membantu peserta didik dalam menciptakan iklim belajar
2) Membantu peserta didik dalam menyusun kelompok belajar.
3) Membantu peserta didik dalam mendiagnosis kebutuhan pelajar.
4) Membantu peserta didik dalam menyusun tujuan belajar
5) Membantu peserta didik dalam merancang pengalaman belajar
6) Membantu peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
7) Membantu peserta didik dalam penilaian hasil, proses dan pengaruh kegiatan pembelajaran.

2. Model Pendekatan Pembelajaran
a. Konsep Pendekatan Pembelajaran Kontekstual
Pendekatan pembelajaran kontekstual mendasarkan diri pada kecenderungan pemikiran tentang belajar dilihat dari proses transfer belajar, lingkungan belajar.
Dilihat dari proses, belajar tidak hanya sekedar menghapal. Dari transfer belajar, siswa belajar dai mengalami sendiri, bukan pemberian dari orang lain. Dan dilihat dari lingkungan belajar, bahwa belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa.
Pembelajaran kontekstual (contextual learning) merupakan upaya pendidik untuk menghubungkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik, dan mendorong peserta didik melakukan hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Dalam penerapan pembelajaran kontekstual tidak lepas dari landasan filosofisnya, yaitu aliran konstruktivisme. Aliran ini melihat pengalaman langsung peserta didik (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran.

b. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Konvensional
Karakteristik model pembelajaran kontekstual dalam penerapannya di kelas, antara lain :
1) Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran
2) Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi
3) Pembelajaran dihubungkan dengan kehidupan nyata atau masalah
4) Perilaku dibangun atas kesadaran diri.
5) Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman
6) Peserta didik tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan.
7) Bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif, yakni peserta didik diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata.
Karakteristik model pembelajaran konvensional dalam penerapannya di kelas, antara lain :
1) Siswa adalah penerima informasi
2) Siswa cenderung belajar secara individual
3) Pembelajaran cenderung abstrak dan teori
4) Perilaku dibangun atas kebiasaan
5) Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan
6) Peserta didik tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman
7) Bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural
Pembelajaran kontekstual memiliki perbedaan dengan pembelajaran konvensional, tekanan perbedaannya yaitu pembelajaran kontekstual lebih bersifat student centered (berpusat kepada peserta didik) dengan proses pembelajarannya berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan peserta didik bekajar dan mengalami. Sedangkan pembelajaran konvensional lebih cenderung teacher centered (berpusat kepada pendidik), yang dalam proses pembelajarannya siswa lebih banyak menerima informasi bersifat abstrak dan teoritis.

c. Komponen-komponen Pembelajaran Kontekstual
Peranan pendekatan pembelajaran kontekstual di kelas dapat didasarkan pada tujuh komponen, yaitu :
1) Konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir pembelajaran kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia didalam dirinya sedikit demi sedikit, yang hasilnya dapat diperluas melalui konteks yang terbatas.
2) Pencairan (inquiry)
Menemukan merupakan inti dari pembelajaran kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa merupakan hasil dari penemuan siswa itu sendiri.
3) Bertanya (Questioning)
Bertanya merupakan awal dari pengetahuan yang dimiliki seseorang. Bagi siswa kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiriy, yaitu untuk menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan pada aspek yang belum diketahui.
4) Masyarakat Belajar (Learning Community)
Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada komunikasi dua arah atau lebih, yaitu antara siswa dengan siswa atau antara siswa dengan pendidik apabila diperlukan atau komunikasi antara kelompok.
5) Pemodelan (Modeling)
Model dapat dirancang dengan melibatkan guru, siswa atau didatangkan dari luar sesuai dengan kebutuhan. Dengan pemodelan, siswa dapat mengamati berbagai tindakan yang dilakukan oleh model tersebut.
6) Refleksi (Reflection)
Refleksi adalah cara berfikir tentang sesuatu yang sudah dipelajari. Realisasi dari refleksi dalam pembelajaran dapat berupa:
a. Pernyataan langsung tentang sesuatu yang sudah diperoleh siswa
b. Kesan dan pesan/saran siswa tentang pembelajaran yang sudah diterimanya
c. Hasil karya
• Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment)
Assessment merupakan proses pengumpulan data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Assessment menekankan pada proses pembelajaran maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan pada saat melakukan proses pembelajaran.
Karakteristik authentic assessment, yaitu :
a. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran
Berlangsung
b. Dapat digunakan untuk formatif maupun sumatif
c. Yang diukur adalah keterampilan dan penampilan bukan mengingat fakta
d. Berkesinambungan
e. Terintegrasi
f. Dapat digunakan sebagai feed back

3. Model Pembelajaran Mandiri

a. Konsep Pembelajaran Mandiri
Dalam rangka menuju kedewasaan, seorang anak harus dilatih untuk belajar mandiri. Belajar mandiri merupakan suatu proses, dimana individu mengalami inisiatif dengan atau tanpa bantuan orang lain.
1) Dapat mengurangi ketergantungan pada orang lain
2) Dapat menumbuhkan proses alamiah perkembangan jiwa
3) Dapat menumbuhkan tanggung jawab pada peserta didik
Berdasarkan hal tersebut pendidik bukan sebagai pihak yang menentukan segala-galanya dalam pembelajaran, tetapi lebih berperan sebagai fasilitator atau sebagai teman peserta didik dalam memenuhi kebutuhan belajar mereka.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Belajar Mandiri
Banyak faktor yang mempengaruhi untuk tumbuhnya belajar mandiri, yaitu :
1) Terbuka terhadap setiap kesempatan belajar, belajar pada dasarnya tidak dibatas oleh waktu, tempat dan usia
2) Memiliki konsep diri sebagai warga belajar yang efektif, seseorang yang memiliki konsep diri berarti senantiasa mempersepsi secara positif mengenai belajar dan selalu mengupayakan hasil belajar yang baik
3) Berinisiatif dan merasa bebas dalam belajar, inisiatif merupakan dorongan yang muncul dari diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh orang lain, seseorang yang memiliki inisiatif untuk belajar tidak perlu dirangsang untuk belajar.
4) Memiliki kecintaan terhadap belajar, menjadikan belajar sebagai bagian dari kehidupan manusia dimulai dari timbulnya kesadaran, keakraban dan kecintaan terhadap belajar.
5) Kreativitas. Menurut Supardi (1994), kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kerja nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Ciri perilaku kreatif yang dimiliki seseorang diantaranya dinamis, berani, banyak akal, kerja keras dan bebas. Bagi seseorang yang kreatif, tidak akan kuatir atau takut melakukan sesuatu sepanjang yang dilakukannya mengandung makna.
6) Memiliki orientasi ke masa depan. Seseorang yang memiliki orientasi ke masa depan akan memandang bahwa masa depan bukan suatu yang mengandung ketidakpastian.
7) Kemampuan menggunakan keterampilan belajar yang mendasar dan memecahkan masalah.

c. Peran Pendidik Dalam Belajar Mandiri
Dalam pembelajaran mandiri, tutor berperan sebagai fasilitator dan teman bagi peserta didik. Sebagai fasilitator, pendidik dapat membantu peserta didik dalam mengakrabi masalah yang dihadapi peserta didik, dan berupaya agar peserta didik dapat menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapinya.
Peran lain yang harus dilakukan pendidik adalah sebagai teman. Pendidik berusaha menempatkan dirinya sama dengan peserta didik sebagai peserta yang mengharapkan nilai tambah dalam kehidupannya untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi, serta mengaktualisasikan dirinya.

B. KELOMPOK MODEL INTERAKSI SOSIAL
Model interaksi sosial adalah suatu odel pembelajaran yang beranjak dari pandangan bahwa segala hal sesuatu tidak terlepas dari realitas kehidupan, individu tidak mungkin melepaskan dirinya dari interaksi dengan orang lain. Karena itu proses pembelajaran harus dapat menjadi wahana untuk mempersiapkan siswa agar dapat berinteraksi secara luas dengan masyarakat.kelompok model-model sosial ini dirancang dengan memanfaatkan kerjasama antara siswa melalui berbagai bentuk kegiatan nyata aktivitas pembelajaran baik yang dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas. Kelompok model interaksi sosial ini meliputi sejumlah model yaitu:
1. Investigasi kelompok
Investigasi kelompok merupakan wahana untuk mendorong dan membimbing keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran. Sebagaimana diketahui bahwa keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat esensial, karena siswa adalah sentral dari keseluruhan kegiatan pembelajaran.
Dalam pandangan Tsoi, Goh dan Chia (2001), model investigasi kelompok secara filosofis beranjak dari paradigma konstruktivis, dimana terdapat suatu situasi yang didalamnya siswa-siswa berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan berbagai informasi dan melakukan pekerjaan sevara kolaboratif untuk menginvestigasi suatu masalah, merencanakan, mempresentasikan serta mengevaluasikegiatan mereka. Karena itu model ini sangat sesuai untuk merespon kebutuhan-kebutuhan siswa akan pentingnya pengembangan kemampuan collaborative learning melalui kerja kelompok beranjak dari pengalaman masing-masing siswa guna mewujudkan interaksi sosial yang lebih baik.
2. Bermain Peran
Model ini dirancang khususnya untuk membantu siswa mempelajari nilai-nilai sosial dan moral dan pencerminannya dalam perilaku. Di samping itu model ini digunakan pula untuk membantu para siswa mengumpulkan dan mengorganisasikan isu-isu moral dan sosial, mengembangkan empati terhadap orang lain, dan berupaya memperbaiki keterampilan sosial. Sebagai model mengajar, model ini mencoba membantu individu untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial dan berupaya memecahkan dilema-dilema sosial dengan bantuan kelompok.
Jika ditelaah dari esensinya, model bermain peran lebih menitikberatkan keterlibatan partisipan dan pengamat dalam situasi atau masalah nyata serta berusaha mengatasinya. Shaftel, dalam sebuah buku yang berjudul “Role Playing for Social Studies”, yang dibahas kembali oleh Sumantri dan Permana (1998/1999) menyarankan 9 langkah penerapan Role Playing di dalam penerapannya yaitu:
a. Membangkitkan semangat kelompok, memperkenalkan siswa dengan masalah sehingga mereka mengenalnya sebagai suatu bidang yang harus dipelajari
b. Pemilihan peserta, dimana guru dan siswa menggambarkan berbagai karakter/bagaimana rupanya, bagaimana rasanya, dan apa yang mungkin mereka kumukakan.
c. Menentukan arena panggung
d. Mempersiapkan pengama
e. Pelaksanaan kegiatan
f. Berdiskusi dan mengevaluasi
g. Melakukan lagi permainan peran
h. Berdiskusi dan evaluasi lagi
i. Berbagi pengalaman dan generalisasi

3. Model Penelitian Yurisprudensi
Pada dasarnya metode ini merupakan metode studi kasus dalam proses peradilan dan selanjutnya diterapkan dalam suasana belajar disekolah. Dalam model ini para siswa sengaja dilibatkan dalam masalah-masalah sosial yang menuntut pembuatan kebijakan pemerintah yang diperlukan serta berbagai pilihan untuk mengatasi isu tersebut, misalnya tentang konflik moral. Model ini bertujuan membantu siswa belajar berfikir secara sistematis tentang isu-isu muahir. Para siswa dituntut merumuskan isu-isu tersebut dan menganalisis pemikiran-pemikiran alternatif. Model ini potensial untuk digunakan dalam bidang studi yang membahas isu-isu kebijaksanaan umum, termasuk konflik moral dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a comment »