Tak sepantasnya

Aku muak dengan ketidakadilan ini. Aku marah pada dunia. Mengapa ku harus hidup seperti ini??. Bertemankan dengan panas yang selalu menyengatku, berteman dengan debu dunia yang membusungkan dada. Namun alangkah pantasnya aku jika ku meratapi dan mengeluh akan nasib yang KAU gariskan??. Sedangkan di sudut sana, malaikat-malaikat kecil-Mu dengan tabah menerjang panas mentari, dengan gigih mennyeberangi kota demi sesuap nasi. Mereka pun hanya tinggal beratapkan langit dan berselimut dingin. Tak ku dengar mereka mencaci-mu. Senyum merekalah yang selalu tampak di dalam kejamnya dunia. Bangku pendidkan pun mereka tak mengenyamnya. Setiap hari mereka hanya mengulurkan tantgan berharap belas kasih, mendendangkan lagu dengan suara penuh ikhlas. Mereka pun tak pernah mengeluh. Tapi mengapa aku, yang telah mendapatkan lebih dari mereka malah mencaci-Mu. sungguh hinanya diriku tak mensyukuri segala nikmat-mu……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: