PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN

dakonan

dakonan

Keberhasilan sebuah pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh tingginya pendidikan seorang pendidik. Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu factor penunjang berhasilnya pembelajaran. Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran dapat diatasi dengan memanfaatkan yang ada di lingkungan sekitar. Permainan tradisional daerah juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran.

Dalam kajian social-budaya, permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya. Dan warisan budaya memiliki keperluan untuk dilestarikan dan dipertahankan keberadannya. Unsure ini merupakan sebuah sarana sosialisasi yang efektif dari nilai-nilai yang dipandang penting oleh suatu masyarakat. Nilai-nilai ini kemudian dapat menjadi pedoman hidup, pedoman berperilaku dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat. Mainan tradisional juga dekat dnegan alam dan memberikan kontribusi bagi pengembangan anak. Perlu kiranya pengkajian yang lenih mendalam tentang manfaat yang dapat diperoleh melalui permainan tradisional baik secara kognitif, psikologis, maupun social. Permainan tradisional yang cukup beragam itu perlu digali dan dikembangkan karena mengandung nilai-nilai seperti kejujuran, sportivitas, kegigihan, dan kegotong-royongan. Permainan tradisional juga dapat mengembangkan kreativitas anak, kognitif, afektif dan motorik. Contoh: permainan gobag sodor, pada permainan ini menonjolkan kerjasama dan kompetisi (keterampilan sosial), dakonan menonjolkan kemempuan untuk dapat mengembanngkan keterampilan kognitif dan melalui permainan engklek dapat mengembangkan keterampilan motorik dan keseimbangan.

Permainan tradisional mempunyai makna simbolis dibalik gerakan, ucapan, maupun alat-alat yang digunakan. Pesan-pesan tersebut bermanfaat bagi perkembangan kognitif, emosi, dan sosial anak sebagai persiapan/sarana belajar menuju kehidupan di masa dewasa. Pesatnya perkembangan elektronik, membuat posisi permainan tradisional nyaris tak dikenal. Memperhatikan hal tersebut perlu usaha-usaha dari berbagai pihak untuk mengkaji dan melestarikan keberadaannya melalui pembelajaran ulang pada generasi sekarang melalui proses modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekarang.

1 Response so far »

  1. 1

    nenglyla said,

    betul sekali…
    pembelajaran bisa dilakukan dengan berbagai cara…
    dari cara tradisional hingga modern..🙂


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: